Pages

Minggu, 27 Maret 2011

Profil Muamar Khadafi

Muammar Abu Minyar al-Qaddafi (lahir di Surt, Tripolitania, 7 Juni 1942; umur 68 tahun) atau Gaddafi , adalah pemimpin Libya sejak 1969. Jabatan yang disandangnya bukan merupakan jabatan resmi, tetapi ia menyandang "Guide of the First of September Great Revolution of the Socialist People's Libyan Arab Jamahiriya" atau "Brotherly Leader and Guide of the Revolution". Khadafi adalah anak termuda dari sebuah keluarga miskin Badawi (Bedouin) yang nomadik di daerah gurun pasir di Sirte. 

Dia diberikan pendidikan SD tradisional yang religius dan bersekolah di SMU Sebha di Fezzan dari 1956 hingga 1961. Khadafi dan sekelompok kecil teman-temannya yang dia temui di sekolah ini kemudian membentuk kepemimpinan utama dari sebuah kelompok revolusiner militan yang kelak merebut kekuasaan negara Libya. Inspirasi bagi Khadafi adalah Gamal Abdul Nasser, seorang negarawan yang populer di Mesir, yang naik ke takhta kepresidenan dengan meminta persatuan Arab dan menghujat Barat. Pada 1961, Khadafi dikeluarkan dari Sebha karena aktivitas politiknya.
Dia kemudian kuliah di Universitas Libya, di mana dia lulus dengan nilai yang sangat baik. Dia lalu bergabung dengan Akademi Militer di Benghazi pada 1963, di mana dia dan beberapa rekan militannya membentuk sebuah kelompok rahasia yang bertujuan menjatuhkan monarki Libya yang pro-Barat. Setelah lulus pada 1965, dia dikirim ke Britania untuk latihan lanjutan, dan kembali pada 1966 sebagai seorang opsir dalam Korps Sinyal.

Tahun 1951, Amerika Serikat mendukung kemerdekaan Libya dan disusul peningkatan hubungan sampai tingkat kedutaan. Hubungan Libya-Amerika Serikat terhenti ketika Kapten Muammar Khadafi memimpin Revolusi Al Fatah untuk menyingkirkan Raja Idris pada 1969. Setelah berkuasa, Khadafi yang telah berpangkat kolonel melancarkan revolusi budaya yang mengandung inti penyingkiran semua ideologi dan pengaruh yang berbau asing, seperti kapitalisme dan komunisme. Semenjak ini hubungan kedua negara semakin memburuk dan mencapai titik terendah. 
Tahun 1979, pesawat-pesawat tempur AS menembak jatuh dua pesawat tempur Libya di atas Teluk Sidra. Insiden itu memperburuk hubungan kedua negara. Setelah menyatakan bahwa Libya sebagai "negara sponsor terorisme", AS menutup kedutannya di Tripoli pada Februari 1980. Sementara, Libya juga menutup kedutaannya di Washington. 

Pada Januari 1986, Pesawat-pesawat tempur AS memborbardir Tripoli, Benghazi, dan rumah Khadafi pada April 1986. Gempuran pesawat tempur AS menewaskan setidaknya 15 orang, termasuk putri Khadafi yang masih kanak-kanak. 
Tahun 1999, Libya menyatakan bertanggung jawab atas tragedi Lockerbie. Tripoli menyerahkan dua terdakwa peledakan pesawat untuk diadili di Belanda dan bersedia membayar ganti rugi kepada keluarga korban senilai 2,7 miliar dollar AS pada tahun 2003. Atas langkah ini, Dewan Keamanan PBB mencabut sanksi dan didukung AS. 
Sejak kedua negara meningkatkan kontrak dan berusaha menyingkirkan hambatan hubungan diplomatik, perusahaan-perusahaan minyak masuk kembali ke Libya. Keputusan Washington pada 15 Mei 2006 untuk memulihkan kembali hubungan diplomatik memang mengejutkan, karena Libya dinilai membantu terorisme. Tetapi, ada faktor politik dan positif di balik mencairnya hubungan Khadafi dan Presiden George W Bush.

Bodyguard Khadafi Harus Perempuan Perawan. 

Kegemaran pemimpin Libya, Muammar Khadafi dengan perempuan cantik, bukan cuma urusan perawat pribadinya yang asal Ukraina. Khadafi punya 40 pengawal pribadi yang semuanya adalah perempuan. Tidak hanya itu, mereka pun harus dalam kondisi perawan. 40 Pengawal pribadi ini adalah layaknya pemimpin negara lain memiliki pasukan pengamanan presiden (Paspampres). Nama pasukan ini adalah Garda Amazon, karena semua anggotanya perempuan layaknya prajurit suku di Amazon dalam aneka dongeng.
Media Inggris, Daily Mail, edisi 11 Desember 2007. ….Saat itu, Khadafi berkunjung ke Prancis untuk bertemu dengan Presiden Nicolas Sarkozy. Rombongan Khadafi datang dengan lima pesawat yang membawa tenda Bedouin, unta Sahara dan disambut jejeran limosin. Saat itu, Khadafi membawa 30 anggota Garda Amazon yang berseragam biru.

AS, Inggris da Kanada bekukan asset Khadafy
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Inggris membekukan seluruh aset milik Pemimpin Libya Moammar Khadafy dan keempat anaknya. Departemen Keuangan mengatakan, sanksi terhadap Khadafy dan anak-anaknya juga berlaku bagi Pemerintah Libya. Sanski tersebut berdasarkan perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden Barack Obama, Jumat (25/2/2011).
Perdana Menteri Kanada Stephen Harper mengumumkan bahwa Kanada membekukan aset pemimpin Libya Muamar Khadafy dan keluarganya. Harper mengatakan, Kanada menerapkan sanksi yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB Sabtu, dan akan melaksanakan semuanya. Selain membekukan aset Khadafy, keluarga dan rekan-rekannya yang lain, Ottawa akan membekukan semua transaksi keuangan dengan pemerintah di Tripoli dan lembaga-lembaga Libya lainnya, termasuk bank sentral, katanya.
Khadafy blokir layanan internet
Perusahaan internet besar dari Amerika Serikat tampil menjadi "penyambung lidah rakyat" Libya, sebagaimana dulu dilakukannya saat rezim Presiden Mesir, Hosni Mubarak, memberangus sambungan internet.
Kini, Libya di bawah kuasa Presiden Moammar Khadafi juga memblokir layanan internet, antara lain situs jejaring sosialTwitter. Maka, Google pun berinisiatif meluncurkan layananspeak to tweet bagi rakyat Libya. Layanan itu memungkinkan rakyat Libya mengabarkan informasi tentang situasi di negeri itu kepada dunia luar. Caranya, mereka cukup menelepon ke beberapa nomor telepon yang disediakan Google.

Khadafi juga mempunyai saham sebesar 7,5% di klub sepak bola Italia, Juventus
Berikut Daftar Nama Anggota Keluarga Khadafi ;
ISTRI
1. Fatiha (Istri Pertama)
Seorang guru sekolah. Pasangan ini belum pernah bertemu sebelum menikah. Mereka punya satu anak, Muhammad, tapi bercerai setelah enam bulan.

2. Safia al-Khadafi (Istri Kedua)
Ibu dari tujuh anak kandung Khadafi. Pasangan itu juga mengadopsi seorang putra dan putri, Milad dan Hanna. Hanna tewas dalam pemboman Amerika di Tripoli pada tahun 1986 pada usia empat tahun. Milad adalah anak angkat sekaligus keponakan dianggap berjasa karena menyelamatkan nyawa Khadafi selama pemboman AS 1986.
ANAK-ANAK
Khadafi-Fatiha (Istri Pertama) 
1. Muhammad al-Khadafi
Menjadi kepala komite Olimpiade Libya, yang memiliki kantor pusat di Tripoli. Dia juga menjabat sebagai kepala Post Telecom, perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan ponsel dan komunikasi satelit.
Khadafi-Safia Farkash (Istri Kedua) 
1. Saif al-Islam al-Khadafi (38)
Ahli Bahasa Inggris bergelar PhD dari London School of Economics, memiliki sebuah lembaga yang bertujuan untuk membuka ekonomi Libya. Menjalankan Khadafi International Charity dan Yayasan Pengembangan, yang telah terlibat dalam negosiasi kebebasan untuk disandera oleh militan Islam, khususnya di Filipina. Pada 2006 ia meninggalkan Libya setelah mengkritik rezim ayahnya, tetapi kemudian kembali ke negara itu. Ia dianggap sebagai wajah modern Libya, namun pada tahun 2008 menyatakan tidak tertarik pada kekuasaan "mewarisi" dari ayahnya. Muncul di TV Libya pada puncak protes untuk memperingatkan perang sipil.
2. Saadi Khadafi (36)
Menikah dengan putri seorang komandan militer. Mantan pesepakbola yang memiliki karir sangat singkat di Serie A Italia. Sekarang menjalankan Federasi Sepakbola Libya setelah menjadi kapten tim nasional. Sejak pensiun dari sepak bola, ia terlibat dalam industri film.
3. Mutassim Khadafi
Seorang letnan kolonel di tentara Libya, ia melarikan diri ke Mesir setelah diduga mendalangi upaya kudeta terhadap ayahnya, namun kemudian diampuni dan diizinkan untuk kembali. Sekarang menjadi Penasihat Keamanan Nasional untuk ayahnya dan kepala unit pasukan elit.

4. Hannibal Khadafi
Pernah bekerja untuk perusahaan Transportasi Maritim Nasional, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri ekspor minyak. Pada tahun 2005 ia dituduh memukuli pacarnya yang sedang hamil di Paris dan di tahun 2008 ditangkap di sebuah hotel Jenewa setelah dua orang pembantunya mengaku disiksa. Meskipun kemudian dibebaskan dengan jaminan, peristiwa itu mendorong pemerintah Libya memboikot barang-barang Swiss, mengusir perusahaan Swiss dan diplomat dari ibukota Bern. Hannibal menggambarkan Swiss sebagai "mafia dunia".
5. Saif al-Arab Khadafi
Sangat sedikit yang diketahui tentang Saif al-Arab, salah seorang putra Khaddafi termuda. Pada tahun 2008 Ferrarinya disita oleh polisi Jerman karena suara knalpotnya bising, menurut laporan di koran Inggris Daily Telegraph.
6. Khamis Gadaffi
Seorang perwira polisi dan mengoperasikan sendiri pasukan unit khususnya setelah menerima pelatihan militer di Rusia. Khamis Gaddafi yang memimpin pasukan penumpasan demonstrasi rakyat di Benghazi
7. Ayesha al-Khadafi (34)
Seorang pengacara yang bergabung dengan tim pembela mantan pemimpin Irak Saddam Hussein. Dia menikah dengan seorang sepupu ayahnya pada tahun 2006. Dan saat ini Ayesha Al Khadafi merupakan anggota PBB sebagai duta besar UNDP. PBB menunjuk Aisha sebagai duta besar UNDP untuk Libia pada 24 Juli 2009 dan bertugas mengawal program antikemiskinan PBB di Libai terutama program memerangi HIV/AIDS dan kekerasan terhadap perempuan. Dan saat ini PBB memecat Ayesha Al Khadafi karena terkait dengan keputusan Khadafi menggunakan kekerasan untuk membubarkan demonstran antipemerintah yang menuntut pengunduran dirinya. 
Galyna Kolotnytska, 
Seorang perempuan Ukraina. Ia bukan istri Khadafy meski diisukan memiliki hubungan romantis dengannya. Koran Inggris, The Telegraph dan Guardian, menyebut, Khadafy sangat bergantung pada perempuan perawat yang sering disebut sebagai ”si rambut pirang yang menggairahkan” ini. Ke mana pun Khadafy pergi selalu didampingi Galyna (38). Sudah sembilan tahun Galyna mendampingi Khadafy yang kurang percaya kepada perawat atau perempuan Libya sendiri. Kolonel Gaddafi bahkan sampai mengirim jet pribadi untuk membawa perawat itu dari Libya ke Portugal untuk bertemu dengan Gaddafi ketika perempuan itu tertunda keberangkatannya akibat permohonan visa yang terlambat.
Tetapi, sekarang Galyna sudah meninggalkan Khadafy pulang ke Kiev, Ukraina. Perginya Galyna memperpanjang daftar orang-orang dekat yang memutuskan meninggalkan dirinya. Misalnya, Dubes Libya untuk PBB Abdurrahman Shalgham, Deputi Dubes Ibrahim Dabbashi, Mendagri Jenderal Abdel Fattah Younes al-Abidi, Menkeh Mustafa Abdel-Jalil, Dubes Libya untuk AS Suleiman Aujali, Dubes Libya untuk Perancis Mohamed Salaheddine Zarem, Dubes Libya untuk UNESCO Abdulsalam el-Qallali, Dubes Libya untuk India Ali al-Essawi, dan Wakil Tetap Libya di Liga Arab Abdel Moneim al-Huny.
Dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan anda memberikan komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Followers

Counter