Pages

Selasa, 01 Juni 2010

Gerakan Islam Bersatu Tanjungbalai Tuntut Penurunan Patung Raksasa


Kelompok yang menamakan dirinya Gerakan Islam Bersatu Tanjungbalai menyampaikan aspirasi ke Kantor DPRD Tanjungbalai, Senin (31/5/2010). Aksi yang lebih tepat di sebut sebagai Aksi Damai mendapat pengawalan dari aparat keamanan Polresta dan Brimob. Aksi ini mengawali perjalanannya dari Mesjid Raya Tanjungbalai menuju Gedung DPRD dengan membawa beberapa spanduk dan diiringi orasi yang intinya mempertanyakan keberadaan “Patung Raksasa” yang berdiri megah di atas Vihara yang berlokasi di sekitar pantai Reklamasi Tanjungbalai.


Kedatangan kelompok GIB di kantor dewan ini disambut baik oleh Anggota Dewan dari Komisi A. Setelah bertemu dengan anggota Dewan akhirnya kelompok Gerakan Islam bersatu ini merasa puas dan beranjak pulang kembali ke mesjid raya untuk melakukan Shalat Zuhur berjamaah.

Hasil konfirmasi dengan koordintor Lapangan GIB, menyatakan bahwa GIB menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan untuk melakukan penurunan “Patung raksasa” yang berdiri megah di atas gedung Vihara. Selanjutnya pihak anggota dewan menerima aspirasi dan akan melanjutkannya dengan melakukan audiensi dengan pihak Pemko Tanjungbalai pada hari Kamis(3/6/2010) yang juga akan diikuti beberapa anggota GIB.

Perlu juga diketahui bahwa kasus keberadaan beberapa bangunan/gedung di kawasan pantai reklamasi sudah menjadi permasalahan (SIB,19/6/2009) yang menuntut kepada hal pembongkaran bangunan/gedung karena tidak sesuai dengan MoU antara pihak pengembang dan Pemko Tanjungbalai.

 
Semoga permasalahan yang ada seperti tuntutan aksi yang digelar GIB ini memperoleh solusi yang terbaik untuk semua pihak atau seluruh warga Tanjungbalai dan menambah terbinanya hubungan yang lebih harmonis antara warga Kota Tanjungbalai, khususnya dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah Kota Tanjungbalai.
 
 

2 komentar:

Fanshk mengatakan...

Alasannya apa..??

Dimana arti dari "Bhineka Tunggal Ika"...??
Dimana arti dari "Agama mu agama mu, agama ku agama ku"...??
Dimana arti sebuah "Toleransi"..???

Bersikaplah lebih bijaksana...
Semoga Semua Mahkluk Berbahagia....

Apapun karma yang diperbuatnya, baik atau buruk itulah yang akan diwarisinya...

Anonim mengatakan...

Wah. Saya salut dengan dewan yang menyambut dengan sabar dan baik. Jadi aksinya berjalan dengan damai kan ya.

Tetapi,numpang komentar nih. Rasanya agak lucu melihat hal yang terjadi.
Kalau memang takut status sejarah Kota Tanjung Balai jadi berubah. Kenapa tidak membuat suatu monumen baru saja? Untuk mengingat sejarah Penyebaran Agama Islam di sana?

Maaf,nih. Dari segi pandang objektif.
Bukannya justru gerakan penurunan patung itu banyak terlihat mengarah ke "tidak menghargai hak keyakinan lain"
*bukannya dasar negara kita itu Pancasila ya?*
Saya rasa itu bisa jadi poin negatif pada GBI di mata masyarakat umum.
Karena bagaimanapun itu termasuk mengusik keyakinan lain.

lalu untuk status kota penyebar agama Islam. Dulu sebelum masuk Islam juga ada agama lain yang masuk dan disebarkan. Tapi apakah mereka sampai menstatuskan kota? Rasanya Tidak sampai seberlebihan ini.

Biarlah status kota kelak akan ditentukan oleh Masyarakat itu sendiri. Dan itu namanya kembali kepada demokrasi, dimana masyarakat mendapat hak memilih.
Lagipula untuk apa sih suatu Agama dibuat? Untuk menduduki suatu kota? Sepertinya tidak. Itu pilihan manusia untuk menjalani hidup dengan damai.

Semoga DPRD bisa bersikap Adil dan bijaksana ya.

Salam Damai.

Poskan Komentar

Silakan anda memberikan komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Followers

Counter