Pages

Kamis, 13 Agustus 2009

Wabah DBD yang terus berulang

Wabah DBD Makin Mengganas di Kota Tanjungbalai

Pasca dinyatakan sebagai wilayah kejadian luar biasa (KLB), kasus demam berdarah di kota Tanjungbalai kian menunjukkan peningkatan. Dari data yang dihimpun, selama Agustus, RSUD Tanjungbalai telah merawat 58 pasien demam berdarah. Merujuk data Dinkes Tanjungbalai, periode Januari-Agustus 2009, jumlah pasien demam berdarah 237. Dan, khusus periode Agustus mencapai 24 kasus, sedangkan Juli tercatat 65 orang. Data Dinkes itu, berbeda dengan data milik RSUD Tanjungbalai, yakni 263 kasus

Kadinkes jangan salahkan masyarakat

Menyikapi KLB DBD di Tanjungbalai, anggota Komisi C DPRD Tanjungbalai, Muslim Sitompul meminta Kadinkes agar tidak menyalahkan masyarakat. "Kita jangan menyalahkan masyarakat, Dinas Kesehatan harusnya membuat program baru untuk mencegah penyebaran penyakit itu, tapi sampai saat ini belum ada," tukas Sitompul. Mengenai pernyataan Kadinkes yang mengaku baru bertugas di Tanjungbalai, Sitompul menegaskan, tidak ada istilah baru dalam melaksanakan tugas. Syafnir sebagai Kepala Dinkes Tanjungbalai menuding demam berdarah mewabah di Tanjungbalai akibat kurang efektifnya masyarakat berperan serta memberantas sarang nyamuk
"Tugas adalah amanah, jadi tidak ada istilah baru dalam tugas, tapi laksanakanlah amanah itu sebaik-baiknya," tegas Sitompul.
Sementara, Ketua Komisi C meminta Dinkes meneliti penyebab meningkatnya demam berdarah serta aktif mensosialisasikan dan memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. "Saat ini, sosialisasi dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat sangat kurang, kalau memang anggarannya yang kurang, biar kita alokasikan lagi," tukas Artati.

Balita kembali meninggal karena DBD

Erwi (6 bulan) anak dari Efendi meninggal dunia akibat diserang penyakit DBD, Minggu (8/9). Sebelum meninggal korban sempat dirawat selama dua hari di RSU Tengku Mansyur Tanjungbalai. Keterangan di RSU Tengku Mansyur menyebutkan, korban dibawa ke rumah sakit dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, karena sudah terjadi pendarahan dari hidung dan sempat dirawat selama dua hari. Menurut petugas medis, korban dibawa ke rumah sakit sudah keadaan lemas dan mengeluarkan darah dari hidung, kondisinya disebut Sindrom Shock Dengue (SSD) di mana penyebabnya suhu badan sangat panas, pihak rumah sakit terus berupaya dengan melakukan perawatan dan pengobatan, namun akhirnya korban tidak dapat tertolong.
Wabah DBD yang semakin mengganas ini, korbannya tidak pandang bulu baik warga miskin maupun kaya dan anak-anak maupun orangtua semua dapat terserang DBD.
St B Sihotang didampingi istrinya R br Pasaribu, Jumat (7/8) pagi mengatakan, ketiga anaknya yaitu Binsar (18), Riki (17) dan Maria (8) positif terserang DBD dan ini merupakan hasil pemeriksaan medis pihak rumah sakit. Sihotang mengakui, kondisi ketiga anaknya belum stabil walaupun sudah hampir seminggu dirawat di rumah sakit itu. “Terkadang mereka mengalami panas sangat tinggi, batuk dan mual-mual seperti ingin muntah. Seperti si Riki pagi kemarin udah agak mendingan namun menjelang malam panasnya kembali naik disertai batuk,” sebut Sihotang. Melihat kondisi anaknya yang masih lemah, Sihotang terlihat duduk termenung, seraya pasrah tetapi sepertinya tak rela karena 3 buah hatinya masih belum pulih dan dia mengaku selain memberi yang terbaik untuk pengobatan dan pemulihan putra-putrinya tak lupa meminta Kuasa Tuhan agar ketiga anaknya dapat segera sembuh.
Hingga saat ini masih ada 15 pasien yang dirawat di RSUD Tanjungbalai, di antaranya Pranju Tobing (14) siswa kelas X SMAN3 warga Jalan H Adlin dirawat di ruang penyakit dalam dan 2 orang keluarga Manullang dirawat di ruang VIP selebihnya korban DBD dirawat di ruang anak, tercatat hingga 7 Agustus 2009 sebanyak 254 orang terserang DBD dan 2 dinyatakan tewas.

Pada saat ini rumah sakit terpaksa menggunakan velbed atau tempat tidur tambahan. RSUD hanya memiliki 16 tempat tidur untuk rawat inap di ruangan anak, namun kini ditambah menjadi 22 unit. Begitu juga yang terjadi di ruangan VIP, kapasitasnya hanya 115 tempat tidur, tapi karena membludaknya jumlah pasien demam berdarah maka ditambah hingga mencapai 125 tempat tidur .

Dikutip dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan anda memberikan komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Followers

Counter