ANTASARI AZHAR RHANI JULIANI DAN NASRUDIN
Penembakan Direktur BUMN
NZ, direksi sebuah perusahaan BUMN, ditembak saat dalam perjalanan pulang usai bermain golf di kawasan Modernland, Tangerang, Sabtu (14/3/09). Akibat dua luka tembakan di kepala, korban dalam kondisi kritis tak sadarkan diri di RSPAD Gatot Subroto.
Saat itu, mobil Nasrudin berjalan perlahan karena ada polisi tidur. Tembakan tepat mengenai kepala korban. Sopir Nasrudin langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat di Tangerang. Korban kemudian dirujuk dan dirawat di RSPAD Gatot Subroto.
NZ Akhirnya Meninggal, Arinda Irawati, istri almarhum, terlihat terpukul dan sempat pingsan setiba dari rumah sakit. Almarhum meninggalkan tiga anak. Polisi sebelumnya mengungkapkan almarhum sempat ditelepon kantor sebelum meninggalkan lapangan golf. (Liputan 6)
Antasari Azhar Tersangka
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono mengumumkan bahwa status AA sudah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun, ia tak menyebut motif dalam kasus pembunuhan NZ karena pemeriksaan masih berlangsung."Saya belum bisa menjawab pertanyaan itu, tapi dari keterangan-keterangan terperiksa sebelumnya, dari peristiwa awal hingga SHW mereka mengaku mendapat pekerjaan dari AA," papar Wahyono.(Kompas)
AA dan KPK
Awal Desember Komisi 3 DPR menggelar pemungutan suara untuk memilih 5 pimpinan KPK, dan ketika itu sebenarnya suara AA berada di bawah perolehan suara Chandra M. Hamzah. Namun pada saat babak kedua untuk memilih Ketua KPK, AA yang kemudian berhasil meraih suara terbesar dengan mengalahkan Chandra M. Hamzah.
AA dilantik sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, pada Bulan Desember Tahun 2007 setelah terpilih lewat pemungutan suara di DPR.
AA lahir di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, 18 Maret 1953. AA adalah anak ke 4 dari 15 bersaudara, anak dari H. Azhar Hamid SH/alm HJ. Asnani. Mantan Ka Pajak yg ditugaskan di Babel.
Sekolah
SD di Belitung, 1965 ; SMP di Jakarta, 1968 ; SMA di Jakarta, 1971 ; Fak Hukum UnSri, 1981
Kursus
Commercial Law di New South Wales University Sydney
Investigation for environment law, EPA, Melbourne
Karir
BPHN Departemen Kehakiman (1981-1985)
Jaksa Fungsional di kejaksaan negeri jakarta pusat (1985-1989)
Jaksa Fungsional di kejaksaan negeri tanjung pinang (1989-1992)
Kasi Penyidikan Korupsi kejaksaan tinggi Lampung (1992-1994)
Kasi Pidana Khusus kejaksaan negeri jakarta barat (1994-1996)
Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja (1997-1999)
Kasubdit upaya hukum pidana khusus Kejaksaan Agung(1999)
Kasubdit Penyidikan Pidana khusus Kejaksaan Agung(1999-2000)
Kepala bidang hubungan media massa Kejaksaan Agung (2000)
Kepala kejaksaan negeri Jakarta Selatan (2000-2007)
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (2007-2009) (temporer)
Setelah dilantik, AA menjelaskan kepada BBC Siaran Indonesia bahwa rencananya untuk menerapkan langkah preventif dan represif dalam menangani korupsi. "Saya menerima amanah dari rakyat, tentunya harus saya laksanakan. Saya tidak ingin mengecewakan atau menyakiti hati rakyat karena aspirasi mereka terhadap KPK cukup besar," tuturnya dalam wawancara dengan wartawan BBC, Heyder Affan, yang disiarkan Minggu 30 Desember 2007.
Sempat ditentang
Sejumlah kalangan terutama aktivis anti korupsi menentang pencalonan AA, mereka antara lain menuduh AA terlibat kesepakatan menyelamatkan kasus BLBI dan tidak melakukan eksekusi atas anggota DPRD SumBar.
Dalam wawancara dengan BBC, Bulan Desember 2007, dia membantah tegas tuduhan para aktifis tersebut. Ketika saat itu ditanyakan mengenai kasus Tommy Soeharto, AA mengatakan mengembalikan penilaian kepada masyarakat. "Saya kembalikan kepada penilaian masyarakat. Sebagai contoh kasus Tomny Soeharto."
Sebagai Ketua KPK, AA antara lain mengajak partai politik peserta pemilu 2009 untuk menandatangani deklarasi anti korupsi pada Bulan Februari 2009. "Deklarasi ini bertujuan untuk pencegahan agar tidak melakukan korupsi. Kalau melakukan KPK akan bertindak. Alangkah baiknya kalau persepsi semua parpol sama," tutur AA.
Prestasi
Contoh kasus yang ditangani KPK yang banyak diliput media adalah kasus sejumlah anggota DPR dalam kasus korupsi, dan Tipikor sudah menjatuhkan vonis atas Bulyan Royan, Al Amin Nasution, Sarjan Taher, Anthony Zeidra Abidin, dan Hamka Yamdhu dan akirnya menjatuhkan vonis 4 tahun penjara termasuk Aulia Pohan (besan Presiden SBY).
Saya Siap Hadapi Proses Hukum
"Beliau menyatakan siap menghadapi proses ini, dan berharap proses ini cepat selesai," kata Juniver Girsang, Koordinator Tim kuasa hukum AA. Sejumlah pengacara papan atas mendampingi Ketua KPK AA dalam menyelesaikan persoalan hukumnya. "Ini bantuan cuma-cuma, mereka bersimpatik dengan kasus yang menimpa beliau, Pak AA welcome," kata Ari dan juga menjelaskan, masih banyak pengacara lainnya yang ingin membantu Antasari. Ketua KPK nonaktif AA memiliki 2 tim pengacara. Selain tim pengacara yang mendampingi sampai pengadilan, AA juga memiliki tim supporting lawyer.
"Tim itu dibagi dua, namanya supporting lawyer ikut membantu memberi bahan dan diskusi," kata Assegaf. Sedangkan tim supporting terdiri dari sekitar 15 pengacara, termasuk Farhat.(detiknews)
AA bantah terlibat Hubungan Asmara
Ketua KPK non aktif AA membantah bahwa dirinya terlibat asmara dengan Rani Julianti (22) Istri siri Direktur PT PRB dan bekerja sebagai caddy golf. "Masalah itu tidak benar, hanya rumor yang berkembang ada hubungan dengan wanita lain, dan hal ini perlu diluruskan," kata AA (3/5). Menurut dia, kini telah berkembang rumor yang berupaya untuk menghilangkan masalah sebenarnya, yakni soal korupsi dengan berupaya untuk menonjolkan persoalan lain termasuk masalah pembunuhan.
"Nggak pernah. AA jamin tidak pernah main sama Nasrudin," ujar Farhat kepada detikcom, Rabu (6/5/2009). Menurut Farhat, jika para caddy di Golf Modernland, Tangerang melihat AA dan Nasrudin main golf bersama selama 1 atau 2 kali, maka para caddy bisa memberitahu pihak kepolisian. "Suruh saja caddy itu lapor polisi," kata suami penyanyi Nia Daniaty ini.(detiknews)
AA Bantah Ada Pertemuan di Rumah Sigid
AA membantah adanya pertemuan di rumah SHW. Disebutkan pertemuan 2 minggu sebelum eksekusi Nasrudin pada 14 Maret 2009 lalu itu membahas rencana eksekusi. "Tidak benar, pertemuan jauh sebelum itu," kata Ari (6/5/2009). Ari juga menjelaskan. "Dikenalkan dengan Wiliardi cuma sekali itu saja. Waktu itu dikenalkan saja cuma 10 menit, dikenalkan Sigid, katanya Willi mau kenalan," jelas Ari.(detiknews) Wiliardi, dikenal sebagai mantan Kapolres Jakarta Selatan. Jabatan terakhir yang disandangnya adalah Kasubdit Pariwisata Ditpam Obsus Babinkam Mabes Polri.
Foto AA Diambil Polisi dari HP Rhani
Polisi memegang HP milik Rhani Juliani. Ternyata di HP ini ada gambar foto AA dan Rhani. Itu foto berdua lagi makan atau duduk," kata tim advokasi NZ, Boyamin Saiman(6/5/2009).
Sementara itu sumber di kepolisian menyebut bila handphone itu milik Rhani yang kemudian diambil oleh Nasrudin, dan sempat ditunjukan ke Antasari. "Waktu itu Nas pura-puranya punya HP baru, yang ditunjukan ke Antasari, tapi sebenarnya ingin menunjukan ada foto itu" sebut sumber yang enggan disebutkan namanya itu. Hingga kemudian, foto-foto itu dijadikan alat untuk memeras Antasari, hingga kemudian termakan provokasi Nasrudin.(Detiknews)
AA akui bertemu Rhani di Hotel
Ketua KPK nonaktif AA mengakui pernah melakukan pertemuan dengan Rhani Juliani di Hotel Grand Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tapi ditegaskan AA tidak selingkuh dengan caddy manis tersebut. Menurut Ari, pertemuan AA dengan Rhani yang berlangsung di kamar 802 tersebut cuma berlangsung 5-10 menit saja. Dan pintu kamar hotel pun dalam kondisi terbuka. (detiknews)
Sumber lainnya.
Beberapa sumber menyebutkan Nasrudin adalah Juru Pungut KPK untuk mengambil dan menerima dana-dana perdamaian KPK dengan pihak-pihak yang berpekara. Nasrudin dihabisi karena cukup banyak menerima dana dari luar yang tidak disetor ke KPK.
Dalam bulan terahir antara waktu setelah Nasrudin dibunuh sampai dengan Penangkapan Antasari, Ketua KPK tersebut sangat sering main golf dengan KAPOLRI dihari Sabtu. Apakah golf bersama ini bagian dari lobby untuk menghambat pemburuan pembunuh bayaran??
Ternyata Direktur PT PRB bukan pertamakalinya dicoba dibunuh.
"Dua bulan sebelum terbunuh, eksekutor sudah sempat melakukan pembunuhan dengan cara menabrak tapi gagal," terang kuasa hukum 5 tersangka pembunuhan Nasrudin, (4/5/09).
Pada 14 Maret 2009 mereka melakukan percobaan pembunuhan yang keduakalinya. Pelaku mendapatkan pistol dari seorang Angkatan Laut yang disersi.(inilah.com)
AA Masuk Bursa Cawapres PDI-P
Dalam diskusi KAMMI tentang kepemimpinan muda di Jakarta, Kamis (8/5), salah satu politisi PDI-P Maruarar Sirait, menyebut satu nama yang dipandangnya pantas mewakili Mega. Ia adalah AA, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kalau dia berani menyentuh istana dan soal biaya perkara yang ada perbedaan antara BPK dan MA, dia saya pikir semakin layak dari Cawapres Bu Mega," lanjutnya. (Tribun Batam)
AA Siap Beberkan Fakta
AA mengaku siap membeberkan fakta-fakta pada pemeriksaan ketiga. "Kami siap membeberkan fakta-fakta pada pemeriksaan ketiga hari ini," kata kuasa hukum AA, Kedekatan hubungan AA dan Rani Juliani, perkenalan dengan Wiliardi Wizard, hingga hubungan antara AA dengan SHW pemilik Koran Merdeka, pun dibantah oleh AA melalui kuasa hukumnya.(oz)
Kasus AA seperti dalam Film
"Berdasar opini gue, mungkin ada konspirasi terhadap seseorang yang mempunyai kepentingan untuk menjatuhkan dia. Gue kebetulan suka nonton film yang berbau konspirasi. Makanya itu gue bisa beropini," ujarnya saat berbincang dengan detikhot, Selasa (5/5/2009).
Suami Titi Kamal itu tetap melihat AA sebagai sosok yang berjasa bagi Indonesia. "Termasuk orang yang berani membongkar kasus korupsi para pejabat dan dijeblosin ke penjara," pungkasnya.
Kasus Antasari, Konspirasi Intelijen
"Gue sih melihat ini ada semacam agenda setting politis konspirasi. Kasus ini kayak di film 'Untouchable', dimana raja besarnya ditangkap karena agenda intelijen," jelas Nugie saat ditemui detikhot.
"Dia (Antasari-red) di mata masyarakat bagus kan. Pernah membongkar banyak kasus, besan SBY aja kena," tutur adik Katon Bagaskara. (detikcom)
Hampir Semua Pejabat Selingkuh
Kristina yang suaminya, Al Amin Nasution, diciduk KPK karena menerima suap. Bagi Kristina hampir semua pejabat menyelingkuhi istri sahnya.
"Memang tidak semua pejabat seperti itu (selingkuh), tapi almost (sebagian besar) memang demikian. mereka sering ditawarin cewek," curhat Kristina kepada detikhot (5/5/2009).
Apalagi suaminya, Al Amin Nasution, saat digulung KPK di kamar Hotel pada 9 April 2008 lalu bersama seorang perempuan. "Semuanya memang harus kuat imannya, tapi kalau imronnya sudah nggak kuat ya udah tergoda deh," cetusnya. (detikcom)
Pengacara Antasari: Ada Otak Lain di Atas Sigid Haryo
"Ada otak lain di atas Sigid Haryo," ujar Ari (7/5/2009). Menurut dia, berdasarkan penyidikan yang dilakukan polisi, tokoh di atas Sigid itu sedikit-sedikit mulai terungkap. Saat ditanya tentang dugaan keterlibatan seorang pengusaha kelas kakap berinisial H, Ari menyatakan bahwa dengan adanya dugaan itu maka berarti penyidikan masih bisa berkembang.(detikcom)
Kamis, 07 Mei 2009
The Mysteri
Diposkan oleh
Kota Tanjungbalai
di
5/07/2009
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Label:
Hotnews






0 komentar:
Poskan Komentar
Silakan anda memberikan komentar